Diduga, Seorang ASN Ngamuk di Depan Museum Lampung
Home » Bandar Lampung  »  Diduga, Seorang ASN Ngamuk di Depan Museum Lampung
Diduga, Seorang ASN Ngamuk di Depan Museum Lampung
*Laporan Sandi - Inspiratif.co.id BANDALRAMPUNG ---- Viral video seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga tak terima karena pelayanan lama oleh seorang pedagang kaki lima yang menjual bubur ayam, di depan Museum, kota Bandarlampung. "Kejadian ini dialami sendiri oleh Royan yang langsung berinisiatif untuk membela Pedagang kecil tersebut di lokasi kejadian. Semoga bisa terungkap, siapa sebenarnya orang yang patut di duga sebagai ASN d lingkungan provinsi Lampung tersebut? Agar pihak yg lainnya bisa mengambil pelajaran, jangan pernah bertindak semena-mena terhadap Rakyat kecil, apalagi di tengah kondisi pandemi & krisis multidimensi yang berkepanjangan ini. Takbirrr. Allahu Akbar ✊," tulis keterangan dalam video tersebut, Kamis 12-Agustus-2021. Saat di konfirmasi, saksi mata, ustad Royan yang juga merupakan aktivis bela Islam di Provinsi Lampung tersebut mengatakan, ASN tersebut ngamuk hanya karena pelayanan penjual bubur ayam lama. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara jelas identitas yang ada di papan namanya. "Dia langsung lepas baju batik merah nya & papan namanya. Ini lagi ana viralkan sampai ke Gubernur dan Walikota, supaya ketahuan siapa itu orangnya," katanya. Ia menjelaskan, sebelumnya yang diduga ASN tersebut duduk persis di depannya dengan menggunakan pakaian seragam batik warna merah dengan PIN Korpri yang terletak di bagian dada kiri & papan nama di dada kanan. "Dia gak lama duduk, lalu langsung gebrak meja, sampai kuah ana tumpah saking keras nya itu gebrakan dia, lalu dia langsung berdiri, marah-marah sumpah serapah ke tukang bubur ayam tersebut,". Dengan adanya peristiwa tersebut, ia sempat cekcok mulut, karena dirinya juga tak terima atas perlakuan orang tersebut. "Ana gak terima, langsung ana katakan kepada dia, anda seharusnya sebagai ASN, sebagai aparatur negara memberikan contoh yang baik dan banyak sabar, jangan begitu terhadap rakyat kecil," tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *